Fandi mempunyai paman yang umurnya tidak beda jauh dari dirinya. Hanya beda 10 tahun saja. Namanya sama dengan tokoh karakter terkenal buatan disney. Entah apa yang membuat dirinya mendapatkan nama tokoh tikus berwarna hitam dan dapat berbicara itu. Paman yang satu ini dekat dengan Fandi dan sepupunya yang lain. Hobi sang paman adalah menjahili para keponakan kecilnya termasuk si Fandi. Kadang hal ini dapat diterima tapi kadang pula kelewatan bagi Fandi.Seperti saat para sepupu di gendong di atas bahu paman. Dengan di takuti-takuti untuk di jatuhkan ke lantai tentu saja membuat sepupu yang ada diatas menjerit ketakutan dan minta turun. Walaupun kejadian ini sering terjadi, tetap saja para sepupu tidak kapok untuk digendong.
Fandi berniat membalas sang paman. Apa daya, tubuhnya lebih kecil. Yang dapat dilakukan adalah menggigit lengan atau paha paman dengan keras. Ini tidak cukup.
Di keluarga Fandi banyak sekali anggota keluarga yang paranoid terhadap hewan. Tante pertama takut ular sementara Tante ke 7 takut akan tikus, coba saja tunjukkan mereka mainan berbentuk kedua hewan tersebut. Dijamin teriakan melengking dan sumpah serapah akan terdengar, bahkan pingsan akan terjadi. Ada pula adik perempuan Fandi yang takut akan serangga bergerombol seperti semut atau sepupunya yang sangat takut pada kecoak.
Suatu hari, Fandi membeli dan membawa pulang seekor anak ayam berwarna kuning yang lucu. Abak ayam ini membuat luluh hati para adik dan sepupu Fandi yang melihat. Mereka berusaha memegang si anak ayam. Saat itu paman yang bernama Miki itu pulang sekolah dan bertanya “apa itu?”, tiba-tiba tanpa dijawab dirinya berteriak dan kabur. Fandi sadar apa yang membuatnya lari. Dengan sigap si anak ayam digenggam dan dibawa ke arah kamar paman sambil berkata, ” buka dong…ini cuma anak ayam kecil loh, lucu…”. paman Miki tidak membuka pintu malah ia menghadrik Fandi untuk membawa pergi si mahkluk kecil lucu itu. Kejadian ini hampir berlansung tiap hari saat paman pulang sekolah. Teriakan dan tawa terdengar setiap siang. Akhirnya Fandi menemukan rahasia cara mengalahkan paman.
* * * *
Coba tanya kepada keluarga besar sang bocah , siapa biang kerok di rumah? Jawab mereka pasti Fandi. Kenakalan dan keisengan Fandi (kalau saja semua orang tahu kalau sebenarnya perilaku bocah ini salah satu dari kejeniusan) merambah sampai ke para adik dan sepupunya yang masih kecil.Seperti provokator, Fandi sering mengeluarkan ide aneh dan tidak dapat diterima oleh keluarga.
Suatu ketika, film Jurrasic Park telah diputar di bioskop-bioskop di Jakarta. Fandi ingin menonton film itu, tetapi dengan para adik dan sepupunya. Ia mengiklankan film tersebut agar diberi ijin untuk menonton,” Di film ini ada disnosaurus yang berguna buat pendidikan kita akan mahkluk zaman jurrasic”. Setelah diijinkan untuk menonton dengan perjanjian akan diantar dan dijemput setelah film selesai karena saat itu Fandi masih berumur 13 tahun dan adik serta sepupunya masih kecil semua.
Film Jurrasic park yang mengetengahkan para ilmuwan yang berhasil membangkitkan Dinsoaur di jaman modern ini dengan membuka sebuah taman seperti kebun binatang ini adalah film Box Office. Antrian panjang selalu menjadi pemandangan di setiap loket bioskop yang memutar film ini. Ketika Fandi dan adik serta sepupunya tiba, tiket telah habis. Mereka harus menunggu 2 jam lagi untuk dijemput. Otak Fandi berpikir lain, apa yang ingin ditonton harus terwujud. Rombongan bocah itu pun meninggalkan gedung itu ke gedung lainnya. Berjalan kaki. Mereka akhirnya berhasil menonton film yang lumayan agak mengerikan. Dinosaurus itu memakan beberapa pemain di film tersebut.
Saat selesai, waktu menunjukkan 2 jam lewat dari jam yang dijanjikan untuk di jemput. Saat itu belum ada tekhnologi bernama Handphone, jadi tidak mungkin untuk memberitahu pejemput bahwa mereka ada digedung lain. Fandi dan rekan pun berjalan lagi balik ke gedung pertama. Sesampai disana, waktu telah lewat dari 3 jam dari waktu yang dijanjikan.Mereka menunggu di depan gedung. Sang pejemput datang dengan wajah pucat dan nafas tersengal-sengal sepertinya ia baru saja lari-lari. “Darimana kalian?dicariin dari jam 4. Hilang kemana?Nonton gak?Kamu bawa kemana mereka? Fandi?”. Sesampainya dirumah, Fandi dihukum.
Wednesday, June 17, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment