Wednesday, June 17, 2009

BAB 5 : PERTAMA KALI...

Saat Fandi masih di kelas 2 SD, kursus bahasa inggris telah di tekuni. Bahasa asing satu ini telah lama menjadi bahasa yang menarik dirinya untuk dapat dipelajari. Ketika di tes masuk ke sebuah lembaga bahasa inggris pertama kali, Fandi mendapat kelas yang lumayan tinggi untuk anak sepantarnya. Jadi ketika sang bocah berada di kelas SMP 1, teman-teman sekelas kursusnya kebanyakan anak kuliah dan para pekerja. Tetapi Fandi tidak canggung, malah dia banyak mendapat banyak pelajaran baru termasuk sex.

Mahasiswa berumur 19 tahun itu adalah kawan Fandi di dalam kelas bahasa inggris waktu Fandi berumur 12 tahun. Setiap selesai kursus maka mereka seperti kakak adik berjalan bersama. Toko Buku adalah tempat yang sering mereka kunjungi.

Sore itu sehabis pelajaran selesai, Fandi terlibat percakapan kecil dengan sang mahasiswa yang bernama Agus.

” Fan…loe pernah lihat buku ini gak?”, tanyanya sambil mengeluarkan sebuah buku kecil seukuran 10 x 10 cm.

“Buku apa itu? Kamus bahasa inggris terbaru? Novel Tara Zagita?”, tanya Fandi sambil melihat buku tipis itu.

“Ini…tapi jangan sampe ketahuan. Lihat diam-diam”, sambil menyerahkan buku itu kepala Agus menengok kekanan kiri untuk mengecek keadaan kelas.

Fandi mengambilnya dan membuka buku kecil tersebut. Matanya terbelalak, kemudian melempar buku tersebut balik ke tangan Agus.

” Gila..ntar ditangkap loh”, Fandi ketakutan.

“Ya gak lah. Loe bawa pulang sambil buat onani”, dengan santai mahasiswa berkacamata itu berkata.

“Onani?, apa tuh?”.

Sambil menatap Fandi, Agus menggunakan tangannya dan memperagakan apa itu arti Onani.

Fandi menutup mulut dengan tangannya.

“Belum pernah.., sakit gak?”.

“Loe coba aja ke kamar mandi, sambil mandi ambil sabun,olesi sampai berbusa dan terus lakukan seperti ini berkali-kali”, Agus memberi keterangan.

“Terus?nanti berdarah?”, tanya Fandi lagi.

“Ha ha ha ha..Aneh deh pertanyaannya.Nanti pokoknya enak deh. Loe belum pernah ya? Keluar sesuatu yang buat loe enak deh”,Agus berkata sambil menepuk bahu Fandi.

Fandi terdiam dan sepertinya ia tahu apa yang dimaksud oleh kawan sekelas bahasa Inggrisnya itu. Ia pun pernah merasakan apa yang dimaksud kawannya, tetapi tanpa bantuan tangan seperti yang di ajarkan Agus.

Sesuatu yang enak itu…

3 Bulan sebelumnya.

Majalah Donal Bebek adalah majalah yang ditunggu tunggu oleh Fandi setiap terbit pada hari selasa. Fandi bahkan telah menjadi langganan majalah tersebut. Setiap pulang sekolah, sang bocah langsung mencari si bebek cerewet itu, kadang sambil makan siang dengan majalah tersebut di samping piringnya atau langsung di bawa ke kamar untuk dibaca.

Selasa itu, cuaca mendung dan Fandi langsung mengambil majalah yang ada di atas meja. Membuka kaos kakinya dan naik ke kamarnya. Seperti biasa, posisi membaca Fandi membaca adalah tengkurap di atas ranjangnya. Kakinya menempel ke tembok. Saat membaca, Fandi menggerakan tubuhnya ke depan dan belakang. Seperti posisi berenang, Sang bocah berumur 12 tahun yang sedang puber itu terus menggoyangkan tubuhnya sambil membalik halaman demi halaman. Tiba-tiba saja rasa geli menjalar ke seluruh tubuhnya. Tanpa menggubris rasa tersebut, Fandi malah semakin cepat menggoyangkan tubuh kecilnya tanpa berhenti membaca si Donal Bebek. Kemudian rasa ingin pipis pun timbul, segera mungkin bocah tersebut bangkit menuju kamar kecil.

Terlambat…

Fandi merasakan pipis tersebut keluar sebelum ia sempat membuka pintu kamarnya. Dalam hati, ia sangat malu sekali. Tetapi tiba-tiba ia bertanya, ” mengapa pipis kali ini tidak membuatnya basah?”. Segera ia mengecek celana dalamnya. Pipis kali ini sangat berbeda. Fandi langsung panik. Beritahu orang tuanya karena pipis aneh ini atau tidak. Keputusannya adalah menyimpan rahasia ini sementara waktu kemudian ia mengganti celana dalamnya.

No comments:

Post a Comment