Wednesday, June 17, 2009

BAB 6 : KEBIASAAN DIMULAISEJAK DINI

Fandi kecil kurus dan kecil. Dirinya paling susah kalau disuruh makan. Mama Fandi mulai khawatir dengan keadaan putra pertamanya. Walau masih umur 4 tahun, tubuh bocah itu seperti umur 2 tahun-saat dewasa tubuh Fandi sangatlah tinggi dan besar-. Mama pernah memberi Fandi makan mulai dari nasi goreng, bubur sampai mie. Mulai dari makanan Indonesia sampai makanan chinese. Mulai dari Ayam goreng bertepung sampai hamburger. Semua susah masuk ke mulut Fandi. Bahkan, seperti kebanyakan orang tua lain yang memaksa anak-anaknya makan, sendok pun di jadikan kapal terbang, diayun-ayunkan dan berkata," ini pesawatnta, buka mulutnya dong, pesawat mau masuk", dengan suara kapal terbang dari mulut. Ngennggg...ngenngggg...
Gagal total juga.
Kadang mama berpikir, " ya sudahlah, irit juga biaya makan" tapi baru 5 menit, mama panik, takut kalau putranya jatuh sakit, biaya lebih besar dari makanan.
Suatu hari, setelah mencoba berbagai cara dan menu, Mama pun mendapat ide.
Nasi yang baru matang itu, langsung di bentuk menjadi bola-bola kecil, seperti bentuk onigiri, lalu mama menaburkan garam ke seluruh nasi gulung tersebut.
Ide mama kali ini sangatlah berhasil. Fandi makan dengan lahap. Kadang sampai 10 butir sekali makan. Mama sangat senang sekali anaknya makan dengan lahapnya, bahkan belum jam makan, si bocah sudah memintanya.
Tapi lama-lama Mama berusaha menghentikan kebiasaan makan anak pertamanya ini. Fandi jadi suka banget sama Garam, tanpa nasi pun Fandi suka menikmati garam, seperti makan keripik kentang. Bahkan mama punya kesulitan untuk menyembunyikan garam di dapur.

* * * *

Bisa bayangkan, sebagai anak kecil berumur 4 tahun yang sakit perut dan rasa ingin mengeluarkan sisa sisa makanan dalam perut? Kemudian ketika memasuki Kamar mandi, rasa takut menyergap. Ruangan yang dingin dan lembab dengan wastafel dan toilet yang ukurannya hampir sebesar tubuh bocah 4 tahun. Dalam pikirannya, "kalo jatuh kedalam toilet saat melakukan ritual gimana ya?" atau " kalau ada tangan yang keluar dari lobang toilet gimana ya? atau " kalau nanti ada ular gimana ya?"
Jadi, bila Fandi menolak untuk masuk ke toliet walau sakit perut dan hanya bisa meringis menahan perut, harap maklum. Paranoid WC ini terjadi pada bocah ini.
Mama kadang kasihan melihat wajah anaknya yang dapat berubah setiap 3 detik karena menahan perut. Mama sering memberi ide untuk menemaninya. Tapi sang bocah berkata " Nanti kalo ada tangan yang pegang Fandi, mama pasti kabur". Kadang Mama, tidak mau berargumentasi dengan anaknya yang sok tahu,
Suatu hari, Fandi menemukan cara buang hajat yang baik dan benar.
Saat menahan perutnya agar tidak isinya tidak berceceran dijalan. Fandi yang tetap bersikeras tidak menggunakan Toilet kamar mandi keluar rumah dan melihat selokan di depan rumahnya.
Tanpa berpikir 1000 x. Sang bocah membuka celananya dan....
Mama yang melihat ini langsung berteriak dan geleng=geleng kepala.
Sejak saat itu, Fandi mempunyai toilet pribadi dengan suasana alam. Sungguh menyegarkan. Selang beberapa minggu, Fandi pun punya kebiasaan tambahan. Sambil membaca koran atau buku dan majalah, sang bocah berumur 4 tahun ini sangat menikmati waktu buang hajatnya.



No comments:

Post a Comment