Dalam bermain, Fandi yang saat itu masih berumur 7 tahun, mengajak teman2nya untuk bermain "monster-monster-an" , semua teman dan adik-adiknya di kumpulkan, lalu Fandi memberi pengarahan kalau mereka harus berlari bila ada Monster yang mengejar. Siapa yang jadi monsternya? Tidak seorangpun. Lalu?
Fandi membuat semua yang terlibat mempunyai imajinasi, sang bocah dengan sepenuh hati membuat monster dalam otaknya dan menceritakan kepada mereka. Sang monster mulai dari yang berbentuk cairan (terinspirasi dari film The Blob), monster yang mempunyai kepala naga tetapi tubuhnya gurita atau monster jepang yang bernama Godzilla.
Cara bermain? Fandi mengorganisir semuanya untuk mendengar aba-aba, saat suara teriakan mengelegar " AWAS, MONSTER DI BELAKANG, LARI" , semua kepala meneegok ke belakang dan atas, mereka semua berteriak ketakutan dan kalang kabut, Fandi memberi pengarahan lagi siapa yang harus terjatuh dan mati di makan monster. Mereka semua ikutan saja apa yang di suruh oleh Fandi. Biasanya Fandi, adalah orang yang tidak akan di tangkap dan dimakan sang Monster karena saat dirinya yang tersisa, dia pun memberhentikan permainan.
Ada juga permainan bernama "Kiongsi" , nama yang aneh, tapi inipun terinspirasi dari film vampire cina yang lompat lompat. Fandi mengorganisir kembali semua yang ikut bermain. Ia pun tidak segan-segan membuat berlembar-lembar kertas yang ditulis bahasa cina asal. Katanya untuk di tempelkan ke jidat sang vampir agar dia berhenti mengejar.
Lalu, siapa yg sudah di tunjuk Fandi menjadi vampir, harus menunggu di luar pintu gerbang halaman. Lalu Fandi berteriak, "MULAI!"
Suara pintu gerbang di ketuk, sekali, yang didalam mulai tegang, ketukan ke dua, semua siap-siap kabur, lalu Fandi menyuruh seorang anak yang ikut bermain untuk membuka pintu.
Saat pintu dibuka, sang Vampir menyerbu masuk. Semua anak-anak kocar kacir menyelamatkan diri.
Untuk menghindari tertangkap Vampir, harus berhenti dan menahan nafas dengan menekan hidung dnegan kedua jari telunjuk. Tapi sang Vampir pintar, ditunggulah di depan sang penahan nafas yang apes itu. Tidak lama kemudian, sang Vampir berhasil mencekik karena sang korban telah kehabisan nafas.
Bagaimana sang Vampir dikalahkan? dengan menempel kertas yang telah di buat tadi, kertas yang bernama "Fu".
Fandi memang sok repot, ide di kepalanya untuk mengorganisir sesuatu tidak pernah stop. Ulang tahun adik perempuannya pun tidak luput.
Adiknya yang akan mengadakan Ultah ke 10 itu sudah direncanakan seminggu sebelum hari H.
Sudah diputuskan karean takut biaya besar kalo dirayakan di luar, maka rumah adalah tempat pestanya. Hiasan kertas krep atau Balon warna warni sudah terlalu biasa, tapi untuk menghemat biayapun orang tua Fandi dan adiknya sudah membahas untuk tidak mahal-mahal.
Kue tart sudah di pesan, kantong berisi makanan dan coklat sudah siap di berikan ke tamu-tamu yang datang, makanan pun sudah siap di masak untuk dimakan saat pesta.
Fandi pun mempunyai ide untuk membuat pesta kali ini bertema. Sang adik setuju saja.
Fandi meminta uang sebesar 30.000 rupiah untuk modal.
Tidak lama, ia balik dari toko buku, yang dibawa hanyalah kertas kertas karton ukuran besar berwarna putih dan hitam.
Sejak pagi, Fandi tidak mau diganggu sama sekali. Menutup pintu dari semuanya. 3 jam sebelum ultah dimulai, fandi keluar dan mulai membereskan dekorasinya.
Semua kertas karton yang digambar, ada berbentuk Jack the pumpkin, ada gambar tengkorak, ada gambar hantu berkerudung, wanita berambut panjang dengan wajah seram dan bibir yang lebar, Monster goblin, beberapa batu nisan dengan tangan-tangan yang bermunculan (tentu saja semua terbuat dari kertas yang telah digambar dengan crayon)
Lalu ada juga tambahan, bantal guling yang di ikat tiga berbentuk pocong, lalu digantung di atas langit-langit, ada juga sapu yang ikuyan digantung, lalu batok kelapa dari pasar yang di iket kayu dan diberi baju bekas di letakkan di atas meja.
Di dinding tengah, bukan huruf SELAMAT ULANG TAHUN berwarna-warni yang terpasang, malah dibuat dengan bentuk yang mengerikan dengan warna merah seakan darah mengalir.
Sang adik yang mempunyai acara bertanya, "kok kaya Haloween?"
Sang kakak dan juga EO-nya pesta ini menjawab :"Udah deh, pokoknya lihat nanti, keren deh"
Mulailah teman-temannya datang, lampu di matikan, hanya ada cahaya lampu kuning, senter dan beberapa lilin di atas meja yang menyala. Mulai terdengar suara anak-anak kecil ketakutan. Mereka bertanya kok gelap?
Tiba-tiba dari pojokan muncul asap-asap mengepul, yang berasal dari Kembang/bunga Es yang dimasukkan ke dalam gelas. Musik pun terdengar dari stereo set, musik yang akan membawa nalar kembali ke zaman mesir kuno yang misterius.
Suara anak-anak mulai terdengar, kali ini mereka sepertinya mulai takjub.
Lalu Fandi yang juga menjadi MC, muncul dalam kain berwarna putih yang di pakai menutupi seluruh tubuhnya mulai dari kepala. Menuruni tangga dan berkata dengan suara yang dibuat-buat agak seram ," SELAMAT DATANG SEMUA, DI RUMAH KEMATIAN, KALIAN YANG DATANG KE PESTA INI AKAN MERAYAKAN ULANG TAHUN DAN TIDAK AKAN KEMABLI KE RUMAH KALIAN"
Sukses, semua teriak dan menjerit, semua berkumpul dalam kegelapan bersama sang adik yang berjanji tidak akan meminta sang kakak untuk menjadi EO pesta ulang tahunnya ke depan.
Apakah Fandi selalu menjadi biang kerok dan EO yang kacau? tentu tidak, itu namanya kreativitas.
Tidak semuanya yang di tangani Fandi selalu aneh-aneh. Ada juga yang sukses dan akan dikenang orang-orang termasuk ibunya.
Sang ayah dan adik laki-laki Fandi yang saat itu sedang berada di luar negri untuk bekerja dalam waktu yang lama, meminta Fandi untuk membuat pesta Ultah kejutan untuk sang ibu dengan budget. Fandi pun mengajak adik-adiknya untuk bekerjasama membuat ini sukses.
Dia membooking sebuah restoran yang tidak mahal dan mengundang semua daftar undangan.
Standar aja? biasa aja? Ya lah...masa mau buat pesta Haloween lagi atau monnlight party buat sang ibu?
Tapi bukan Fandi kalau hanya ini aja, dia sudah merencanakan sesuatu!
Saat pesta berlangsung, seperti biasa, semua tamu muncul dan mulai duduk di meja masing-masing, memakan yang sudah di sajikan, seperti biasa lah.
Lalu saat yang di nantikan tiba, Fandi muncul dengan Kue Tart yang telah diberi lilin, dan bersama sang adik-adik yang masih di Jakarta membawanya ke hadapan sang ibu yang di kelilingi beberapa anggota keluarga.
Kemudian sebuah buket bunga di berikan kepada snag Ibu, kemudian fandi kearah panggung dan mengambil Mic.
"Buat Mama, walau Papa sudah 3 tahun belum bertemu Mama lagi, ini lah yang dapat diberikan kepada Mama, Papa pun menitipkan lagu yang akan di nyayikan Fandi buat Mama, Selamat Ulang tahun Ma, dari kita semua"
Lalu...lagu "I can;t help falling in love " berkumandang dari mulut Fandi.
Sang Mama sedang menangis di bahu kakak perempuannya, di sambut dengan tepuk tangan semua hadirin.

kok bantu mamanya cuma siram bunga? hneeeeee
ReplyDelete