Setengil-tengilnya Fandi, kalo soal Mamanya, dia pasti takluk. Tapi emang sih kadang Mamanya sendiri sampe ampun-ampun meghadapi ketengilan Fandi.
Kisah dibawah ini, merupakan tribut buat sang Mama
Buat Fandi, surga itu bukan di kaki Ibu.
Surga itu ada di kata-kata, peringatan, omelan, perhatian serta di semua apa yang mama Fandi lakukan. Tidak hanya di kaki Ibu, itu tidak cukup.
Mama Fandi waktu muda adalah gadis yang sangat pemalu (bisa dibaca di Bab 1).
Dalam pendidikan, Mama Fandi adalah wanita yang tidak berpendidikan tinggi, bahkan bisa di bilang bukan jenis wanita karir saat mulai kerja.
Mama Fandi pernah bekerja di toko Batik di daerah Pantjoran, Jakarta Barat. Tapi setelah mempunyai Fandi, Mama yang bernama Lili ini pun berhenti bekerja dan mengurus Fandi.
Hubungan Mama dan Fandi, berhubung putra pertama sangatlah dekat. Banyak cerita-cerita serta kisah-kisah yang melibatkan mereka berdua.
Dalam mendidik anak, ke Fandi dan adik adiknya, Mama Lili tidak pernah menggunakan kata-kata keras serta fisik. Mungkin bagi banyak orang, mereka pikir, kami di manja...TIDAK...justru itu tidak membuat kami manja, tidak tahu apa rahasianya.
Ada kata-kata yang di ajarkan Mama kepada anak-anaknya bila masalah datang, baik dengan orang lain , " Ya, sudahlah, kita ngalah saja, daripada buat masalah lebih besar, orang yang ngalah bukan berarti kalah tapi tidak mau memperpanjang masalah tambah runyam". ataupun masalah hidup, "banyak doa, pasti masalah nanti terselesaikan, mama yakin, kalian gak bakal susah hidupnya".
Dalam sekolah, Mama tidak banyak menuntut Fandi untuk Juara
ataupun yang paling menonjol di kelas. Mama pun tidak pernah memaksa Fandi untuk kursus tambahan ini itu. Malah beliau bilang, "Mama tahu kamu tuh beda, kamu aja deh yang milih mau apa, kalo sanggup Mama turuti asal kamu jangan buang uang dengan sia-sia". Karena itu, Fandi mulai dari kecil, tanpa perintah atau saran orang tua, memilih sendiri Kursus di luar sekolah.
Dari belajar melukis dengan Alm.Pak Tino Sidin sampai bahasa inggris Fandi lakukan dengan kemauan sendiri.
Saat Fandi memasuki masa malas-malasnya melanjutkan semua kursus, Mama cuma bilang, "kamu gak mau kursus lagi? nanti sayang loh, katanya mau jadi orang besar kalau sudah besar?" setelah itu, Fandi lanjut lagi.
Mama dan keluarganya bukanlah keluarga seniman, tapi buat Fandi, mereka ini lah yang membuat Fandi menyukai seni terutama musik.
Waktu bayi, untuk membuat tidur Fandi, sang Mama sambil mengayun ayunan yang terbuat dari kain batik (cukin) di gantung di atas langit-langit, lalu bernyanyi dengan alunan yang sama "si Fandi mau bobo, si Fandi mau bobo, si Fandi mau bobo, si Fandi mau boboooo..."
Saat Fandi berumur masih bocah, kupingnya sering mendengar lagu-lagu Dian Pisesha, Betharia Sonata, Nia Daniati, Ebiet G Ade, Gombloh, Vina Panduwinata, Chrisye, Koes Plus, Mus Mulyadi, Richie Ricardo, Obbie Messakh, The Carpenter, sampai LOBO. Belum lagi lagu-lagu keroncong koleksi Tante Fandi. Oleh karena itu, Fandi hidupnya sangat berwarna dengan musik.
Mama dan tante-tante Fandi tergabung dalam kelompok angklung sejak mereka muda, bahkan sempat bermain sampai Istana di undang Bu Tien Soeharto untuk seb
uah acara. Mama dan tante-tante pun masih bermain angklung sampai kini. Sudah puluhan tahun, maish memegang musik khas sunda tersebut dengan memakai kebaya dan rambut di sanggul bersama kelompok Angklung bimbingan Pak Obie.
Mama juga orang yang tabah, berapa kali dalam hidupnya mengalami jatuh yang menimpa keluarganya hingga sampai bawah sekali, mulai pada tahun 1960an, hingga yang terjadi pada saat kerusuhan Mei 1998. Mama Fandi selalu berdoa, tidak pernah sedikitpun menyerah bahkan saat doa-doa beliau belum terjawab dengan cepat, tidak pernah meninggalkan hati kepercayaannya. Itulah yang selalu di lihat Fandi. Mama selalu berlutut dan mengatupkan kedua tangan sambil berdoa di depan altar dengan cahaya lilin dan bau dupa. Doa mama selalu "Kebahagiaan buat keluarga". Hasil yang di dapat, doanya tidak pernah ada yg luput, keluarga selalu bahagia.
Yang paling di suka Fandi dari Mama adalah masakan mama. Buat Fandi seenak-enaknya makanan di restoran dan luar sana, tetap masakan Mama paling yahud. Meskipun hanyalah Tempe di kasih kecap, sayur asem, Ikan asin goreng, Cumi asin cabe hijau, dan Telor goreng kecap, serta banyak makanan lainnya yang kebanyakan adalah makanan Indonesia, tetap masakan Mama yang selalu memanggil Fandi untuk makan di rumah. Bahkan ketika Fandi dewasa dan berada jauh dari Mama, saat Fandi di luar, Masakannya yang selalu membuat Fandi ingin pulang. Masakan Mama dimasak dengan hati dan keinginan untuk memberi makan anak-anaknya, itulah yang membuat enak.
Keluarga Fandi bukanlah keluarga yang mempunyai banyak uang saat itu, Mama pun tidak pernah mendapat liburan bersama keluarga, bahkan teman-temannya pun yang banyak berlibur sampai ke luar negri, tapi tidak untuk Mama.
"Uangnya buat Anak-anak dulu", jawaban Mama Lili.
Oleh karena itu, Fandi merasa dirinya bisa seperti sekarang ini karena perjuangan Mamanya yang mengorbankan semua-semua untuk putra-putrinya.
Sejak tahun 2005, saat Mama berumur 50 tahun barulah Mama berkesempatan melihat dunia, Fandi membalas hutang budi Mama, bukan dengan berlian, bukan dengan permata ataupun emas, tapi mengajak Mama melihat dunia. Sudah lebih dari 6 negara, Fandi memberikan Mama hadiah yang tidak dapat terlupakan untuk dirinya. Melihat dunia pun bukan sendiri tapi bersama keluarga Mama.
Karena dekatnya dengan sang Mama, semua masalah bahkan sampai rahasia yang ada di diri Fandi, Mama tahu dan beliau selalu meghadapi dengan bijak. Fandi pernah berpikir bagaimana kalau dirinya kehilangan sang Mama. Maksudnya untuk selama-lamanya.
Pernah dalam pikirannya, "mungkin kalo jauh dari Mama, lama sekali, pas saat kehilangan Mama pasti gak bakal merasa banget". Saat di luar dalam waktu yang lama, bukan bisa sedikit jauh, Fandi malah kangen banget. Tidak berhasil!
Mama Lili suka menggaruk punggung Fandi sebelum tidur, suka mengorek kuping sebelum tidur, menyisir rambut Fandi, bila Fandi sakit, manjanya suka tidur di pangkuan sang bunda.
Terlalu banyak hal-hal kecil yang tidak dapat di ceritakan, tapi yang pasti, Mama Lili buat Fandi adalah Surga.

No comments:
Post a Comment